Apa
Itu Hidroponik?
Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan
air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi
bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan
air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien,
jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas.
Kelebihan
dan Kekurangan Hidroponik
a.
Kelebihannya antara
lain :
1.
Hidroponik cocok
untuk tempat yang hanya memiliki lahan terbatas. Tinggal di perkotaan pastinya
lahan yang ada di rumah/apartemen juga terbatas. Nah dengan metode hidroponik
ini, selama sinar matahari bisa menyinari lahan terbatas tersebut, kita tetap bisa
bercocok tanam. Salah satu upaya untuk memanfaatkan lahan seoptimal mungkin
adalah dengan hidroponik verticulture, yaitu sistem hidroponik dengan menanam
tanaman secara vertikal. Ini contoh hidroponik verticulture yang saya lakukan
di rumah:
2.
Hidroponik cocok
dilakukan pada daerah dengan tanah yang gersang. Karena hidroponik tidak
menggunakan tanah sebagai media tanam, maka saya dapat bercocok tanam kembali
walaupun tanah di daerah saya berpasir dan gersang. Maklum nih di daerah
pantai, ga cocok banget nanam sayuran. Tapi setelah berkenalan dengan
hidroponik, kebutuhan sayuran di rumah dapat dipenuhi sendiri.
3.
Hidroponik
menghasilkan panen yang lebih banyak dibandingkan metode konvensional (dengan
tanah) pada luas yang sama.
4.
Hidroponik lebih
hemat air. Walau namanya hidroponik tapi jangan salah, metode ini malah lebih
hemat air dibandingkan metode konvensional. Pada metode konvensional, air yang
disiramkan ke tanah akan terserap dan hilang. Sementara pada metode hidroponik,
air yang hilang hanyalah air yang terserap oleh tanaman dan teruapkan ke udara
dan jumlahnya lebih sedikit! Saya sudah membuktikan sendiri. Selama 3 minggu
ini di lingkungan kami sedang krisis air bersih, air hanya mengalir 3-4 hari
sekali dengan debit yang rendah. Tapi semua tanaman hidroponik saya masih segar
dan sehat karena air yang perlu saya tambahkan tidak begitu banyak.
5.
Mengurangi
pencemaran zat kimia ke tanah. Metode hidroponik tidak menggunakan tanah
sehingga tidak mencemari tanah & apabila terpaksa harus membuang nutrisi
bekas pun, residue dari nutrisi hidroponik hampir tidak ada. Berbeda dengan
pupuk metode konvensional yang mana residue akan terus terakumulasi di dalam
tanah dan pada akhirnya merusak kesuburan tanah.
6.
Kandungan gizi pada
tanaman hidroponik lebih tinggi. Hal ini dapat dipahami karena kita menyediakan
semua kebutuhan tanaman untuk tumbuh & berkembang sesuai kebutuhan.
b.
Kekurangannya diantara lain :
1.
Nutrisi khusus
hidroponik & media tanam masih sulit ditemukan. Jika kita jalan-jalan ke
toko perkebunan, jarang sekali mereka memiliki perlengkapan hidroponik dan pada
akhirnya kita harus searching dan belanja online. Beberapa media tanam seperti
hidroton, rockwool, & vermiculite juga masih impor sehingga agak sulit
ditemukan dan harganya relative lebih mahal.
2.
Diperlukan modal
awal yang relatif lebih tinggi untuk hidroponik. Sebenarnya bila kita kreatif,
berhidroponik dapat menjadi murah karena kita dapat memanfaatkan barang-barang
bekas sebagai tempat bercocok tanam seperti botol minuman mineral, jerigen
bekas, tempat sterofoam buah-buahan, dll. Tapi begitu kita ingin membuat kebun
hidroponik yang lebih besar, apalagi dengan sistem air mengalir, tentu saja
kita membutuhkan perlatan yang lebih lengkap lagi seperti paralon/talang
air/gully, pompa air, pompa udara, dll.
3.
Hidroponik
membutuhkan ketelitian dan ketelatenan. Perubahan kadar nutrisi dan pH sangat
mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Bila kita tidak teliti dan telaten, akan
langsung terlihat pertumbuhan tanaman yang tidak optimal.